1 Pengertian Waralaba
Waralaba merupakan salah satu strategi pengembangan
usaha yang disukai oleh pelaku usaha yang disukai oleh pelaku usaha yang tidak
mempunyai kemampuan manajemen dalam berbisnis atau berusaha. Pelaku usaha yang
memanfaatkan sistem waralaba, tidak perlu memperkenalkan nama usah maupun
produknya sehingga biaya promosi atau iklan tidak dibutuhkan.
2 Resiko Investasi dalam Usaha Waralaba
Sudah menjadi daya Tarik umum bahwa sistem waralaba
memberikan keuntungan karena resiko bisnis yang lebih rendah. Resiko bisnis
yang rendah adalah salah satu poin yang menjadi incaran banyak investor,
terutama investor yang mempunyai karakter risk-avoider
(penghindar resiko). Berikut merupakan hal-hal yang membuat sistem waralaba
dikatakan beresiko rendah dan menarik bagi investor.
a. Sistem waralaba
tersebut telah teruji dan terbukti berhasil.
b. Brand awareness usaha
waralaba tersebut sudah cukup kuat di masyarakat
c. Asistensi,
pelatihan, dan kemudahan operasional yang diberikan sebagai bagian dari sistem
waralaba.
3 Persetujuan Waralaba
Sebelum melakukan kegiatan waralaba, penerima waralaba
memerlukan suatu perjanjian dengan pemberi waralaba.ketentuan ini dimaksudkan
untuk melindungi penerima waralaba. Perjanjian waralaba berdasarkan ketentuan
yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Menurut
Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) bahwa perjanjian
atau persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih
mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Perjanjian mengandung
unsur-unsur seperti adanya para pihak sebagai subyek, persetujuan antara para
pihak, tujuan perjanjian diadakan, adanya prestasi yang akan dilaksanakan dan
perjanjian dalam bentuk tertentu baik lisan maupun tertulis serta adanya
syarat-syarat tertentu yang dituangkan dalam perjanjian.
4 Pengertian Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung (direct marketing) merupakan penyampaian pesan yang menggunakan satu
atau beberapa media untuk menimbulkan pesan balik. Pemasaran langsung identic
dengan penggunaan media perantara. Pemasaran langsung terdiri atas pengiriman
penawaran, pengingat, pemberitahuan, atau hal lain kepada pelanggan di alamat
tertentu.
5 Keuntungan dari Pemasaran Langsung
Bauran promosi seperti periklanan, penjualan personal,
promosi penjualan, publisitas, dan pemasaran langsung tentu memiliki keunggulan
tersendiri. Berikut merupakan keunggulan pemasaran langsung.
a.
Tidak terikat
waktu dalam penyampaian
b.
Efektif karena
konsumen yang dituju tidak sembarangan.
c.
Terjadi feedback sehingga perusahaan dapat
mengukur respon yang diberikan oleh konsumen
d.
Strategi pemasaran
langsung sulit diketahui oleh pesaing karena masuk pada ranah pribadi.
Bagi konsumen perorangan, pemasaran langsung berfungsi
sebagai pengingat produk atau informasi terkini yang mungkin belum diketahui
oleh pelanggan setia.
6 Teknik Alternatif Pemasaran Langsung
Banyak sekali
bentuk-bentuk pemasaran langsung yang dapat dilakukan perusahaan. Berikut
merupakan bentuk pemasaran langsung tersebut.
a.
Internet (email, E-Commerce, Internet Relay Chat, dan
lain-lain)
b.
Telepon (telemarketing)
c.
SMS (Short Messaging Services), dan
sebagainya
Dunia
internet adalah dunia tanpa batas atau dalam bahasa pemasaran adalah transaksi
tanpa batas. Dalam internet terdapat Electronic
Mail (email) yaitu surat
elektronik yang berfungsi untuk mengirimkan pesan. E-Commerce merupakan layanan internet yang digunakan untuk
berbisnis. Penjual tidak perlu bertemu langsung dengan pembeli. Internet relay chat yaitu layanan chatting. IRC dapat membuat kita
berkenalan dengan orang baru dan menambah teman sesuai dengan yang kita
inginkan. Bahkan dalam perkembangannya kita bisa melihat wajah melalui Webcam. Telemarketing adalah orang-orang yang memasarkan atau
mensosialisasikan produk atau jasa melalui media telepon. SMS broadcast adalah layanan SMS yang
dikirim ke banyak nomor tujuan dengan waktu yang bersamaan.
7 Multi Level
Marketing
Multi level marketing (MLM) atau dikenal sebagai pemasaran jaringan adalah
suatu sistem penjualan produk yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan
memanfaatkan pembeli atau pemakai produk tersebut sebagai tenaga distributor
untuk melakukan penjualan langsung ke konsumen lagi. Pada umumnya harga barang
yang ditawarkan ke konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi
hak distributor. Dalam MLM terdapat istilah upline
dan downline. Upline atau disebut sebagai promotor, referral, perekrut adalah seorang
anggota yang sudah terlebih dahulu mendapatkan hak keanggotaan dan mempunyai
hak untuk mendistribusikan produk-produk dari perusahaan tempat dia bergabung. Downline adalah seorang anggota bawahan
yang baru bergabung yang direkrut oleh seorang upline dan bersedia ikut mendistribusikan produk-produk dari
perusahaan tersebut.
Sumber :
Yuswanto, Slamet. 2019. MEREK NAFAS WARALABA. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Sarosa, Pietra. 2004. Kiat Praktis Membuka Usaha MEWARALABAKAN
USAHA ANDA. Jakarta: PT Elex Komputindo.
Sukoco, Sampir Andrean.
2018. NEW Komunikasi Pemasaran: Teori dan
Aplikasinya. Jember: CV Pustaka Abadi.
Djalimin, Judirman. 2016.
Sudah Lama di MLM, Kenapa Belum Sukses?.
Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar